Dampak Implementasi Program “Tebus Murah” Cabang Pegadaian Samarinda Sebagai Strategi Akuisisi Nasabah Baru

  • Aldi Saputra (1*) Universitas Mulawarman
  • Fatkhul Sani Rohana (2) Universitas Mulawarman

  • (*) Penulis Korespondensi

Keywords: Pegadaian, literasi keuangan, akuisisi, nasabah, tebus murah

Abstract

Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap layanan serta program lembaga keuangan resmi, mengakibatkan rentannya masyarakat terhadap praktik pinjaman ilegal. kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan layanan Pegadaian kepada masyarakat melalui pendekatan sosialisasi berbasis komunitas dan insentif dengan menawarkan subsidi minyak goreng seharga Rp10.000 bagi masyarakat yang bersedia mendaftarkan diri sebagai nasabah baru dengan membawa dokumen pendukung seperti Fotocopy KTP dan KK dan mengisi formulir data consent. Data consent tersebut akan diinput ke dalam sistem internal Pegadaian sebagai indikator keberhasilan kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan antusiasme dan respons yang baik dari masyarakat, dengan total 143 partisipan dan 115 individu berhasil terdaftar sebagai New CIF. Rata-rata partisipan yang hadir setiap harinya mencapai 35 orang, dengan tingkat konversi pendaftaran sebesar 80,3%. Kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat berupa bantuan ekonomi melalui subsidi harga minyak goreng dan peningkatan pemahaman terkait pengelolaan keuangan serta pentingnya memanfaatkan layanan lembaga keuangan resmi. Selain itu, kegiatan ini memperkuat hubungan Pegadaian dan masyarakat setempat melalui komunikasi interaktif yang santai dan mudah dipahami. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan sosialisasi berbasis komunitas yang dikombinasikan dengan insentif sederhana mampu meningkatkan partisipasi masyarakat serta memperluas inklusi keuangan di wilayah pedesaan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2025-11-28
How to Cite
Saputra, A., & Rohana, F. S. (2025). Dampak Implementasi Program “Tebus Murah” Cabang Pegadaian Samarinda Sebagai Strategi Akuisisi Nasabah Baru. Madaniya, 6(4), 3156-3162. https://doi.org/10.53696/27214834.1520
Section
Artikel