Digitalisasi Video Dokumenter terhadap Warisan Budaya Guritan, Rejung, dan Tadut

  • Gaya Mentari (1*) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Een Syaputra (2) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

  • (*) Penulis Korespondensi

Keywords: warisan budaya, tradisi lisan, digitalisasi, video dokumenter

Abstract

Kondisi warisan budaya dalam wujud tradisi lisan kini mengalami kondisi yang mengkhawatirkan. Hal tersebut disebabkan karena para penutur tradisi lisan hanya didominasi oleh orang-orang tua. Hal tersebut tercermin pada warisan budaya tradisi lisan berwujud guritan, rejung, dan tadut milik masyarakat Pasemah di daerah Bengkulu Selatan. Menanggapi hal tersebut, kajian ini ditujukan sebagai upaya pelestarian terhadap ketiga bentuk warisan tradisi lisan melalui digitalisasi. Digitalisasi terbentuk dalam video dokumenter. Untuk menghasilkan video dokumenter, kajian menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan tahapan dalam pembuatan video, yakni proses praproduksi, produksi, dan pasca-produksi. Kajian menghasilkan video dokumenter naratif yang berisi ulasan sejarah dan profil tradisi lisan masyarakat Pasemah. Selain itu, video juga memuat informasi naratif mengenai kondisi tradisi lisan pada saat ini dan gambaran bentuk teknis pelantunan tradisi lisan. Dengan demikian, diharapkan warisan budaya berupa tradisi lisan guritan, rejung, dan tadut dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat dari berbagai kalangan dan lestari hingga masa depan.  

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2024-08-26
How to Cite
Mentari, G., & Syaputra, E. (2024). Digitalisasi Video Dokumenter terhadap Warisan Budaya Guritan, Rejung, dan Tadut. Madaniya, 5(3), 1127-1141. https://doi.org/10.53696/27214834.891
Section
Artikel