Pengabdian Internasional: Sosialisasi Bahaya Gawai untuk Anak SMA oleh Mahasiswa Asing
Abstract
Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah usia yang sangat aktif untuk menggunakan gawai sehingga kemungkinan untuk kecanduan sangat tinggi. Jika siswa SMA kecanduan maka bisa mempengaruhi kesehatan fisik dan mental mereka serta kepada akademik mereka sebagai siswa. Untuk menghindari atau mengurangi pengaruh buruk ini maka dibutuhkan tindakan dari berbagai pihak termasuk pihak universitas. Salah satu yang bisa dilakukan adalah melakukan sosialisasi kepada siswa SMA melalui program pengabdian masyarakat mahasiswa internasonal dari Malaysia dan Prancis. 2 perwakilan mahasiswa dari Malaysia dan 2 mahasiswa dari Prancis akan menyajikan materi terkait bahaya gawai untuk kesehatan, fisik dan akademik siswa. Selain menyajikan bahaya gawai maka hal yang paling penting untuk dijelaskan adalah cara untuk menghidari pengaruh negatif dari penggunaan gawai yang berlebihan. Pengabdian masyarakat di salah satu SMA di Kebupaten Pangkep berjalan lancar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepala sekolah maka bisa disimpulkan bahwa siswa antusias dan aktif mengikuti acara sosialisasi dari mahasiswa asing. Mereka dan pihak sekolah mendapatkan manfaat dari acara ini seperti mengetahui bahaya penggunaan gawai yang berlebihan, cara mengatasinya, menigkatkan motivasi belajar di luar negri dan belajar bahasa inggris. Adapun untuk pihak sekolah acara ini bisa membantu mereka untuk menunjukkan ke publik bahwa mereka memiliki kegiatan internasional.
Downloads
References
APJII (2022). Profile Internet Indonesia 2022.Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. Diakses dari https://survei.apjii.or.id/
American Psychological Association (2018, Agustus 20). Teens Today Spend More Time on Digital Media, Less Time Reading. Diakses dari https://www.apa.org/news/press/releases/2018/08/teenagers-read-book
Lazonder, A. W., Walraven, A., Gijlers, H., & Janssen, N. (2020). Longitudinal assessment of digital literacy in children: Findings from a large Dutch single-school study. Computers & Education, 143, 103681.
Sa'ngadah, N., Arief, Y. S., & Krisnana, I. (2020). Gadgets addiction behavior towards social development in adolescents. EurAsian Journal of BioSciences, 14(2).
Mohamed, S. M., Abdallah, L. S., & Ali, F. N. K. (2023). Effect of digital detox program on electronic screen syndrome among preparatory school students. Nursing Open, 10(4), 2222-2228.
Twenge, J. M. (2017). iGen: Why today's super-connected kids are growing up less rebellious, more tolerant, less happy--and completely unprepared for adulthood--and what that means for the rest of us. Simon and Schuster.
Wahyudi, E., Saam, Z., Nofrizal, N., Juandi, J., & Thamrin, T. (2023). The Effects of Smartphones/Gadgets Use on Senior High School Students in Padang City. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 11(E), 249-256.
Copyright (c) 2024 Awaluddin Syamsu, Setyawati Yani, Burhanuddin Burhanuddin, Salmia Syarifuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.







