Kampung KB Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan Stunting di Kelurahan Mugarsari Kota Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya

  • Mumu Mumu (1*) Universitas Siliwangi
  • Yus Darusman (2) Universitas Siliwangi
  • Lilis Karwati (3) Universitas Siliwangi
  • Nurlaila Nurlaila (4) Universitas Siliwangi
  • Muhammad Rafli Alviansyah (5) Universitas Siliwangi

  • (*) Penulis Korespondensi

Keywords: kampung KB, pemberdayaan, penanggulangan, stunting

Abstract

Pemberdayaan masyarakat dalam program kampung KB merupakan suatu program dalam upaya penanggulangan stunting melalui pembinaan gizi masyarakat di Kelurahan Mugarsari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberdayakan masyarakat melalui kader Kampung KB Cipasung sebagai garda terdepan dalam memberikan informasi dan komunikasi kepada masyarakat, yang tujuannya memberikan pengetahuan dan penanggulangan tentang bahaya stunting. Kurangnya asupan gizi ibu hamil, menyebabkan pertumbuhan bayi dalam kandungan terhambat karena penyebab stunting bisa diakibatkan oleh kurangnya gizi saat masa pertumbuhan yang tidak terpenuhi dengan baik, termasuk makanan pendamping ASI yang berkualitas dan makanan yang bergizi tinggi. Stunting juga dapat diakibatkan oleh beragam kondisi dan keadaan, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tubuh seseorang menjadi terhambat sehingga terlihat kurus, kecil dan kurang tinggi. Upaya pencegahan terjadinya stunting dapat dilakukan dengan beragam cara, yaitu dengan membiasakan diri untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, terpenuhinya makanan yang memiliki kandungan gizi yang baik, tercukupinya nutrisi bagi tubuhnya agar tidak terjadi stunting pada balita dan ibu hamil. Oleh karena itu, memahami budaya hidup sehat dapat menunjang penanganan dan pencegahan stunting melalui program kesehatan bagi masyarakat, dan memulihkan trauma permasalahan yang dihadapi oleh penderita stunting, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri serata dapat kembali kemasyarakat untuk melakukan aktivitas sebagaimana mestinya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aisyaroh, N., Susiloningtyas, I., & Mubarok. (2017). Pengembangan Intervensi MP-ASI dengan Metode Demonstrasi pada Tenaga kesehatan di Desa Batur Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Prosiding Implementasi Penelitian Pada Pengabdian Menuju Masyarakat Mandiri Berkemajuan. Semarang: Universitas Muhammmadiyah.

Dwi Faqihatus. dkk. (2021). Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Program Pencegahan Stunting Pada Balita di Masa Covid. Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH), 1(2).

Dyah Puji Astuti. (2020). Pencegahan Stunting Melalui Kegiatan Penyuluhan Gizi Balita Dan Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Kearifan Lokal di Posyandu Desa Madureso. http://repository.urecol.org/index.php/proceeding/article/view/931/902.

Effendi, F., & Makhfudli. (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Fanny, dkk. (2018). Pemberdayaan Tenaga kesehatan Dalam Deteksi Dini Stunting dan Stimulasi Tumbuh Kembang pada Balita. Jurnal Padjajaran: Universitas Padjajaran.

Irwan. (2017). Etika Dan Perilaku Kesehatan. Yogyakarta: Absolute Media

Lailatul M, Ni’mah C. (2015). Hubungan Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengetahuan dan Pola Asuh Ibu dengan Wasting dan Stunting pada Balita Keluarga Miskin. Media Gizi Indonesia, 10(2015), 84–90.

Laili, U., & Andriani R.A.D. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS, 5(1), 8 https://doi.org/10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2154

Mardiyono. (2017). Kampung KB Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat/keluarga di Jawa Timur. Jurnal Cakrawala, 11(2), 129-136.

Martua Hasiholan Bacin. (2013). Peningkattan Partisipasi Masyarakat Dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan (Studi Kasus: Bandung Barat. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 22(3).

Nasrul, Hafid F, Razak Thaha A. Suriah. (2015). Faktor Risiko Stunting Usia 6-23 Bulan di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 11(3), 139–46.

Notoatmodjo, S. (2007). Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Karya Medika.

Persatuan Ahli Gizi Indonesia /PERSAGI. (2018). Stop Stunting dengan Konseling Gizi. Jakarta: Penebar Plus.

Rachmita, I. (2019). Optimalisasi Peran Posyandu dalam Pencegahan Stunting di Indonesia. http://www.kompasiana.com.

Rahmadhita K. (2020). Permasalahan Stunting dan Pencegahannya. Jurnal Ilmu Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 225-229.

Sekertariat Wakil Presiden Repblik Indonesia. (2017). 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). Jakarta: Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskina, 2017), hal 7.

Sutio, D. (2017). Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masarakat, 28, 247–256.

Totok Mardikanto, Poerwoko Soebiato, (2013). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta,

Vilda Ana Veria Setyawati. (2020). Pengaruh kampung KB pada intervensi gizi sensitif stunting di Desa Janegara. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journa of Nutrition), 9(1), 42-47.

Published
2023-08-16
How to Cite
Mumu, M., Darusman, Y., Karwati, L., Nurlaila, N., & Alviansyah, M. R. (2023). Kampung KB Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan Stunting di Kelurahan Mugarsari Kota Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Madaniya, 4(3), 1170-1179. https://doi.org/10.53696/27214834.536
Section
Artikel