Pembuatan Eco-Enzyme dan Pemanfaatannya untuk Sabun Cair di Kelurahan Plamongansari Semarang

  • Maria Caecilia N Setiawati (1*) Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Siti Munisih (2) Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Aries K Soendoro (3) Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Mutmainah Mutmainah (4) Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Sri Haryanti (5) Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Kadek Bagiana (6) Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang

  • (*) Penulis Korespondensi

Keywords: sampah organik, Eco Enzyme, sabun cair, desinfektan

Abstract

Sampah menjadi problem di kota besar, seperti Semarang. Penuhnya banyak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Semarang menyebabkan banyaknya usaha untuk mengurangi sampah yang dihasilkan, khususnya dari dapur rumah tangga di kota. Penumpukan sampah semakin mengganggu lingkungan dan masyarakat di perkotaan. Pemanfaatan sampah organik, sudah mulai banyak diupayakan. Salah satuinya adalah dengan cara mengolah sampah organik, menjadi Eco Enzyme (EE). EE merupakan cairan berwarna coklat, hasil fermentasi gula merah, bahan organik dan air (1:3:10), yang didiamkan selama 90 hari. Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah mengajarkan pembuatan EE dan pemanfaatannya dengan membuat sabun cair. Kegiatan pengabdian dilakukan di Kelurahan Plamongansari, kota Semarang. Pelaksanaan pengabdian, dilakukan dengan edukasi tentang EE dan pelatihan membuat sabun cair EE, yang diikuti oleh 20 orang warga kelurahan Plamongansari, yang mayoritas (70%) berada di usia 36-60 th. Edukasi EE dapat dipahami oleh peserta Pengabdian, terbukti dengan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil jawaban benar, sesudah pelatihan (post test) dan sebelum pelatihan (pre test), dengan signifikansi p 0,000. Semua peserta menjawab dengan benar soal bahwa Pembuatan EE dapat mengurangi sampah, karena memang saat brainstorming dengan tim kelurahan, peserta akan diminta membawa sampah organik yang belum diolah (sisa potongan sayur dan kulit buah), dari dapur dan rumah masing-masing. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, warga Plamongansari, kota Semarang sudah memahami penjelasan tentang Eco Enzyme dan manfaatnya. Masyarakat peserta pelatihan juga bisa memahami pembuatan sabun Eco Enzyme yang bisa dimanfaatkan sebagai sabun desinfektan. Disarankan perlunya digiatkan pengenalan tentang Eco Enzyme kepada masyarakat secara lebih luas, karena dapat mengurangi penumpukan sampah di TPA.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggriani, D. (2019). Pengaruh Merek (Brand), Kemasan (Packaging) dan Harga (Price) Terhadap Keputusan Pembelian Selai Buah Homemade Marwah di Medan. JUMANT, 11(2), 1-12.

Wiryono, B., Muliatiningsih, M., & Dewi, E. S. (2020). Pengelolaan Sampah Organik di Lingkungan Bebidas. J Agro Dedik Masy JADM, 1(1), 15–21.

Larasati, D., Astuti, A. P., & Maharani, E. T. W. (2020). Uji organoleptik produk eco-enzyme dari limbah kulit buah (studi kasus di kota semarang). Edusaintek, 4. https://prosiding.unimus.ac.id/index.php/edusaintek/article/view/569

Rochyani, N., Utpalasari, R. L., & Dahliana, I. (2020). Analisis Hasil Konversi Eco Enzyme Menggunakan Nenas (Ananas comosus ) dan Pepaya (Carica papaya L.). J Redoks, 5(2), 135–140.

Alkadri, S. P.A., & Asmara, K. D. (2020). Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme Sebagai Hand sanitizer dan Desinfektan Pada Masyarakat Dusun Margo Sari Desa Rasau Jaya Tiga Dalam Upaya Mewujudkan Desa Mandiri Tangguh Covid-19 Berbasis Eco-Community. J Bul Al-Ribaath, 17(2), 98–103.

Kurniawati, R., Dahani, W., Tuheteru, E. J., Maulani, M., Fadliah, F., & Matulessy, F. (2020). Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme Sebagai Alternatif Hand Sanitizer pada Masa Pandemi Covid-19 Bagi Masyarakat Desa Mekarsari. Abdimas Univers, 4(2), 268–273.

Poompanvong, D. R. (2020). Modul Belajar Pembuatan Eco-Enzyme 2020.

Hanifah, I. A., Primarista, N. P. V., Prasetyawan, S., Safitri, A., Adyati, T., & Srihadyastutie, A. (2022). The Effect of Variations in Sugar Types and Fermentation Time on Enzyme Activity and Total Titrated Acid on Eco-Enzyme Results of Fermentation. Atlantis Press. p. 585–9. Available from: https://www.atlantis-press.com/proceedings/icbs-21/125974074

Astuti, A. P., & Maharani, E. T. W. (2020). Pengaruh Variasi Gula Terhadap Produksi Ekoenzim Menggunakan Limbah Buah dan Sayur.

Neupane, K., & Khadka, R. (2019). Production of Garbage Enzyme from Different Fruit and Vegetable Wastes and Evaluation of its Enzymatic and Antimicrobial Efficacy. Tribhuvan Univ J Microbiol., 6, 113–8.

Published
2023-05-09
How to Cite
Setiawati, M. C. N., Munisih, S., Soendoro, A. K., Mutmainah, M., Haryanti, S., & Bagiana, K. (2023). Pembuatan Eco-Enzyme dan Pemanfaatannya untuk Sabun Cair di Kelurahan Plamongansari Semarang. Madaniya, 4(2), 477-482. https://doi.org/10.53696/27214834.416
Section
Artikel